31
Mei
09

Masih kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan kelestarian Hewan langka (Elang Bondol)

Elang BondolDiperjalanan gw ke pulau Rambut (yang gw tulis di blog sebelumnya), gw dan kawan2 ketemu sekelompok bule waktu kita lagi diatas menara. Jumlahnya kira2 6 orang. Bule2 itu adalah para sukarelawan Internasional dari lembaga pelestarian Hewan JAAN (Jakarta Animal Aid Network). Mereka ada yang dari Jerman, Belanda, Itali, dan Prancis. Salah seorang bule ada yang lancar berbahasa Indonesia, jadi kita bisa dengan lancar bercakap2.

Ngapain dia di Indo? Dia cerita ke kita bahwa dia itu dari Belanda dan udah ada di Indo selama kurang lebih 2 taun sebagai sukarelawan (gak digaji loh!). Yang dia lakukan adalah menyelamatkan Elang Bondol (salah satu hewan langka asli Indo) dari kepunahan. Mungkin para pecinta alam dah pada tau apa masalah yang jadi dasar hampir punahnya Elang Bondol. Elang Bondol selama ini jadi salah satu hewan yang diperdagangkan secara gelap oleh masyarakat sekitar. Sayap mereka dipatahkan agar mudah dipaketkan dan dikirim keluar negeri.

Melihat hal tersebut, organisasi pecinta alam internasional tergerak untuk menyelamatkan Elang Bondol. Mereka melakukannya melalui JAAN dan mulai mengumpulkan sukarelawan dari seluruh dunia. Mereka mendirikan sebuah penangkaran dari kayu dan bambu (dipulau Pramuka, kep Seribu) yang besar banget untuk mengembangbiakkan Elang Bondol. Berkat mereka, populasi Elang Bondol sedikit demi sedikit bisa ditingkatkan kembali.

Begitu parahkah kesadaran bangsa kita akan alamnya sendiri? Yang bikin gw prihatin adalah, bahkan yang menyelamatkan alam kita sendiri adalah bangsa lain, bukan kita sendiri. Jujur, waktu gw ngobrol2 sama salah satu bule itu diatas menara, hati gw sempet teriris. Gimana nggak, pas ditanya “sukarelawan JAAN rata2 darimana kak?” trus dia jawab, “rata2 sih masih dari negara lain seperti Belanda, Jerman, Inggris, Amerika, Jepang. Kalo dari Indonesia masih jarang”. Gimana kalo anda sekalian mendapat pernyataan demikian?

Jadi kesimpulannya, bagi yang masih mencintai Indonesia, mari kita dari sekarang berbuat sesuatu untuk negeri ini. Kalo menurut gw sih gak usah berbuat yang ribet2 dah, dari hal yang bisa kita lakukan aja. Mudah2an info ini bisa jadi motivasi kita untuk lebih memajukan bangsa ini. Mari kita lakukan bersama! ^_^

link:
Jakarta Animal Aid Network (official website)


6 Responses to “Masih kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan kelestarian Hewan langka (Elang Bondol)”


  1. 1 Juni 2009 pukul 11:26 pm

    Hemmmm semoga nantinya jumlah dan perkembang biakannya bisa kembali normal… Jangan sampai punah

  2. 3 Eazy
    4 Juni 2009 pukul 8:34 am

    amien..
    (numpang exist.. xp)

  3. 23 Februari 2010 pukul 11:22 am

    tolong lindungi hewan langkas karena hewan langka mem butuhkan kita


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Salgadd's

Kategori

Koleksi Tulisan2 gw


%d blogger menyukai ini: